http://blokbojonegoro.com/read/article/20121020/tiga-buku-berbicara-tentang-dirinya.html
Tiga Buku Berbicara Tentang Dirinya
Sabtu, 20 Oktober 2012 22:00:20
Reporter : Riska Irdiana
blokBojonegoro.com - Tiga buku yang diterbitkan oleh Gus Ris Foundation, hasil karya para penulis Bojonegoro punya makna dan cerita masing-masing. Buku-buku tersebut Sabtu (20/10/2012) diluncurkan di Hotel Pazia, Jalan Veteran Bojonegoro.
Mulai dari buku berjudul "Buku yang Membaca Buku" karya Nanang Fahrudin misalnya berisi tentang buku-buku yang dibacanya. Menurut Nanang, yang kini tinggal di Kecamatan Kanor, bahwa penerbitan buku tersebut sebagai salah satu cara kampanye agar pembaca lebih mengakrabi buku. Karena sebagian besar warga Bojonegoro belum akrab dengan membaca dan dunia tulis menulis.
"Buku yang saya tulis ini tentang pengalaman saya sendiri dalam mengakrabi buku," kata Nanang yang juga jurnalis di blokBojonegoro.com ini.
Menurutnya, gairah membaca maupun menulis perlu ditingkatkan lagi agar mampu tercipta penulis-penulis asli Bojonegoro. Sehingga, Bojonegoro tidak hanya dikenal sebagai daerah yang kaya Sumber Daya Alamnya (SDA) nya saja melainkan juga manusianya dan kebudayaannya.
Sementara itu, penulis lainnya Yonathan Rahardjo mengungkapkan bahwa sebagian orang mengatakan wayang itu mewakili satu karakter. Padahal, bisa saja karakter orang itu bermacam-macam. Novel Wayang Urip ditulisnya menggunakan bahasa jawa kontemporer. "Dan naskah ini sudah lama sekali yakni tahun 2002," katanya.
Sementara, Kang Zen Samin sebagai penulis "Untu Emas" ini menjelaskan bahwa buku yang ditulisnya ini melibatkan penulis dari tiga negara. Mulai dari kata pengantar dari Adjunt Professor and Visiting Fellow School of Culture histoory and Langguage College of Asia and the Pasific Australian National University, Canberra Dr. George Quinn. Dan untuk gambar sampulnya merupakan wanita asal India yang saat ini tinggal di New York City bernama Maria Mughal. [ana/ang]
